Tuesday, June 21, 2011

Macam - macam UPS (Uninteruptible Power Supply)

Posted by Mei Poe at 11:28 AM 0 comments
Listrik tidak akan bisa lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Apalagi bagi kita yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan yang menggunakan piranti komputer.
Keamanan dan keselamatan data dalam komputer sangat bergantung dengan keberadaan dan keberlangsungan listrik ini. Namun, hidup di negara yang unik seperti Indonesia ini, dimana kita tidak bisa menerima jaminan bahwa listrik akan 100% lancar alias tidak byar pet, dan 100% dialirkan dengan tegangan yang sesuai, maka keamanan dan keselamatan data semakin mengkhawatirkan.
Tidak jarang saat kita bekerja menggunakan komputer tiba-tiba tegangan listrik naik atau turun secara drastis sehingga membuat komputer mengalami goncangan voltase atau bahkan mati dan kita belum sempat menyimpan data pekerjaan tersebut. Bayangkan saja bagaimana runyamnya jika pekerjaan itu harus segera selesai dan dalam volume yang besar namun setelah kita menyalakan komputer data sama sekali belum tersimpan dan berubah!! Hanya satu kata untuk menjelaskan situasi ini yaitu BENCANA!!



Untuk mengatasi hal ini, mau tidak mau kita harus mencari alat yang mampu memberikan waktu beberapa menit kepada kita untuk menyimpan data pekerjaan saat listrik tiba-tiba mati. Akan lebih bagus lagi jika ada genset yang mem-backup listrik dari PLN jika pemadaman dilakukan lebih dari 1 jam.
Mungkin hampir semua orang sudah tahu alat yang digunakan, yaitu UPS atau Uninteruptible Power Supply. Ada beberapa guyonan yang menyebut singkatan UPS sebagai Unit Penyimpan Setrum. Kalo dipikir-pikir singkatan ngasal ini memang benar juga, ha ha ha, wong fungsi utama UPS adalah menyimpan listrik alias setrum.

Dari sekian banyak UPS yang beredar di pasaran, yang sering dikenal orang ada dua jenis UPS yaitu standby UPS dan online UPS. Ternyata, selain dua jenis tersebut masih banyak jenis-jenis UPS lainnya yang menawarkan berbagai keunggulan namun juga memiliki kekurangan.

Berikut ini adalah daftar lengkap jenis-jenis UPS yang perlu diketahui yang saya sadur dari okezone.com.

Standby
UPS tipe Standby merupakan tipe yang biasa digunakan oleh para pengguna rumahan untuk disandingkan dengan PC mereka. Transfer Switch telah diatur untuk mengambil input AC (searah) sebagai sumber daya utama, sedangkan sumber daya cadangan diambil dari baterai atau Inverter (pada saat sumber daya utama padam). UPS dengan tipe seperti ini mampu melakukan filtrasi terhadap gangguan daya dan pengelolaan arus, di samping juga keuntungan bagi pengguna dari sisi rancangan yang efisien, ukurannya yang kecil serta biaya yang harus dikeluarkan terbilang murah.

Line Interactive
UPS tipe ini adalah yang paling sering digunakan pada unit small business, pengembang web, dan sejumlah server yang berada di departemen pemerintahan. Hal ini dikarenakan selain memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi, tipe ini juga memiliki kemampuan menyesuaikan voltase yang cukup baik. Bagian Inverter (pengubah daya dari batere ke AC) selalu terhubung ke output sistem UPS. Dalam keadaan normal, Inverter akan melakukan pengisian batere. Sedangkan dalam keadaan listrik padam, Transfer Switch akan menutup dan mengalirkan daya dari batere ke output UPS. Posisi Inverter yang selalu terhubung ke output memberi tambahan penyaring daya. Hal inilah yang membuat UPS dengan tipe ini banyak digunakan untuk server dan kondisi listrik yang tidak terlalu baik.

Double Conversion Online
Tipe ini merupakan yang paling lazim untuk UPS dengan daya lebih dari 10kVA. Tipe ini memiliki kesamaan dengan tipe Standby. Hanya saja tipe ini memiliki sumber tenaga utama yang terletak pada Inverter, bukan pada sumber listrik AC. Pada tipe ini, terputusnya pasokan listrik utama tidak akan memicu sakelar transfer karena arus listrik AC yang masuk pada bagian input tengah melakukan pengisian pada batere yang memberikan tenaga pada Inverter yang terletak pada bagian output. Oleh karena itu, ketika arus listrik AC terputus, arus tenaga akan segera dialihkan tanpa mengambil jeda saat pengalihan terjadi. UPS tipe ini memperlihatkan kinerja di atas rata-rata. Dapat dikatakan tipe ini mendekati gambaran ideal dari sebuah UPS, sayangnya tipe ini menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Delta Conversion Online
Diagram UPS ini merupakan bentuk teknologi Konversi Ganda (Double Conversion) yang terah diperbaharui dan tersedia dengan daya 5kVA hingga 1.6MW. Memiliki kemiripan dengan tipe Double Conversion, tipe ini menggunakan Inverter untuk selalu memasok voltase. Saat pasokan tenaga terputus, tipe ini melakukan hal yang sama dengan tipe Double Conversion.
Misalkan saja sebuah paket harus diantarkan dari lantai 4 ke lantai 5. Teknologi Delta Conversion menghemat energi dengan cara mengantarkan paket tersebut menurut perbedaan pada titik awal dan titik akhir saja. Delta Conversion memiliki dua fungsi, yang pertama adalah untuk mengendalikan karakteristik power input. Sedangkan fungsi yang kedua adalah untuk mengendalikan arus pada input untuk mengarahkan proses pengisian pada sistem baterai. Hal yang perlu diingat adalah tipe ini meminimalisir energi yang terbuang. Selain itu, ia memiliki kompatibilitas tinggi terhadap beragam jenis generator serta mengurangi kebutuhan akan penggunaan kabel.



Pada akhirnya, semua jenis UPS yang telah disebutkan di atas memiliki tujuannya masing-masing dan tidak ada satu jenis pun yang dapat menjadi tipe yang paling ‘ideal’. Kita harus dapat mengenal betul kebutuhan dan lingkungan tempat UPS akan diletakkan sebelum menentukan jenis apa yang akan digunakan.

Mengacu pada kategorisasi yang dibahas sebelumnya, tabel berikut akan mempermudah dalam melihat tipe manakah yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tipe UPS: Standby
Keunggulan: Biaya rendah; efisiensi tinggi; desain kompak
Kekurangan: Baterai tetap terpakai saat listrik padam; tidak cocok untuk pemakaian di atas 2kVA
Keterangan: Paling cocok untuk pengguna personal

Tipe UPS: Line Interactive
Keunggulan: Reliabilitas tinggi; efisiensi tinggi; penyesuaian voltase baik
Kekurangan: Tidak cocok untuk pemakaian di atas 5kVA
Keterangan: Tipe UPS yang paling sering digunakan dalam kondisi listrik yang tidak menentu

Tipe UPS: Double Conversion On-Line
Keunggulan: Penyesuaian voltase yang sangat baik; mudah untuk disambungkan secara paralel
Kekurangan: Efisiensi rendah; harganya mahal untuk tipe dengan daya di bawah 5kVA
Keterangan: Mendekati gambaran ideal UPS, tapi menghasilkan panas yang cukup tinggi.

Tipe UPS: Delta Conversion On-line
Keunggulan: Penyesuaian voltase yang sangat baik; efisiensi tinggi
Kekurangan: Tidak cocok untuk penggunaan di bawah 5kVA
Keterangan: Efisiensi tinggi memperpanjang daur hidup perangkat saat digunakan pada sistem yang besar.

Artikel diambil dari sini

Monday, June 20, 2011

Cara mengunci Folder pada komputer, Tanpa software khusus

Posted by Mei Poe at 1:43 PM 0 comments
Berikut ini adalah 1 hal yang baru saja saya pelajari.
yakni cara memberikan kunci pada suatu folder, namun tanpa software khusus.

caranya cukup mudah. tinggal mengikuti alur dari tutor di bawah ini saja.

  1. Buka dulu notepad.
  2. Simpan file notepad kosong tersebut pada suatu tempat di computer anda, misalkan di partisi D, beri nama sesuka anda, misalkan coba.txt.




  3. kemudian buka file tadi, lalu isikan dengan script berikut ini :

    cls
    @ECHO OFF
    title Folder Locker
    if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
    if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
    :CONFIRM
    echo
    Are you sure you want to Lock the folder (Y/N)
    set/p "cho=>"
    if %cho%==Y goto LOCK
    if %cho%==y goto LOCK
    if %cho%==n goto END
    if %cho%==N goto END
    echo Invalid choice.
    goto CONFIRM
    :LOCK
    ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
    attrib +h +s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
    echo Folder locked
    goto End
    :UNLOCK
    echo Enter password to Unlock folder
    set/p "pass=>"
    if NOT %pass%==
    tulis password di sini goto FAIL
    attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
    ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
    echo Folder Unlocked successfully
    goto End
    :FAIL
    echo Invalid password
    goto end
    :MDLOCKER
    md Locker
    echo Locker created successfully
    goto End
    :End

     
  4. Pada tulisan tulis password di sini, ganti dengan password yang anda kehendaki.
    misalkan anda ganti dengan tulisan
    password, maka password yang nantinya akan anda gunakan untuk membuka folder yang terkunci adalah password.
    Dan pada tulisan Are you sure you want to Lock the folder, anda bisa menggantinya dengan pertanyaan versi anda sendiri. Misalkan Yakin mau dikunci? Jangan lupa save. Lalu tutup file tersebut.

  5. Kemudian ganti file extensionnya (rename atau tekan F12), misalkan nama yang kita gunakan tadi coba.txt menjadi coba.bat


    .

  6. Setelah berubah, double click pada coba.bat tadi.
    setelah beberapa saat, maka akan muncul folder bernama locker.





  7. Di folder locker inilah tempat untuk menyimpan file-file yang penting.
    Masukkan semua file
    yang penting tersebut.

  8. setelah itu, double click lagi pada coba.bat. Maka akan muncul jendela untuk meyakinkan apakah folder locker tersebut akan dikunci.










  9. Jika anda memang ingin mengunci folder tersebut, maka ketikkan y, lalu enter.
    Jika tidak, maka ketikkan n, lalu enter.

  10. Setelah proses tersebut, maka folder tadi berubah wujud.





  11. Maka, orang lainpun tidak bias membuka folder kita tadi. :D

  12. Tapi, gimana cara bukanya?
    Caranya gampang kok,
    double click pada coba.bat, maka akan muncul jendela yang meminta password untuk membuka folder tersebut.











  13. ketikkan password yang kita buat tadi. Yang tadi kita buat password, maka kita tulis password. Lalu enter.

  14. Folder yang dikunci tadi kembali bisa dibuka seperti semula :D

  15. Selamat mencoba ^^
 

Putrie's Diary Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos