Thursday, August 29, 2013

3 bulan untuk move on? Let's see...

Posted by Mei Poe at 7:32 PM 0 comments
Satu bulan 'tlah berlalu, dan keadaan hati ini masih saja sama.
Tak banyak yang berubah mengenai dirimu.
Aku masih tetap saja munafik pada diri sendiri. Masih tetap berbohong.
Aku selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa "aku sudah move on", nyatanya, detail kecil mengenai dirimu masih saja terlintas di benakku.

Aku merasa bodoh, aku merasa terbodohi oleh diriku sendiri.
Di satu sisi, aku benar-benar ingin melupakan dia, ingin kenangan tentang dia hilang sama sekali, ingin tidak memiliki perasaan apa-apa lagi ke dia.
Tapi di satu sisi, sisi yang dikatakan hati terdalam, yang aku tidak pernah mengharapkannya, "aku tidak ingin cinta ini hilang. Aku ingin menyimpannya di hati. Aku ingin suatu saat dia menyadarinya dan aku ingin aku dan dia bisa mencoba memulainya kembali dengan kondisi yang lebih baik lagi."
Bodoh, ya. Aku bodoh sekali mendengarkan keinginan "yang tak kuinginkan" ini.

Kata Galih, hal ini kemungkinan masih terjadi hingga paling tidak 3 bulan.
Well, semoga memang benar. ^^


Hidup bagai roda berputar

Posted by Mei Poe at 7:26 PM 0 comments
25 Agustus 2013,

Hidup itu adalah tentang bagaimana kita mampu menikmati tiap detiknya, tiap tarikan nafas kita, tiap hembusan angin, tiap tetes air mata.

Hidup itu adalah tentang bagaimana kita menikmati tiap tetesan hujan, bukan mendapatkan basahnya saja.

Hidup itu adalah tentang bagaimana kita belajar menjadi hidup. Bukan mati ketika hidup.


Hidup, bagai roda. Berputar, atas bawah. Manusia, takdirnya tak dapat diterka. Terkadang di atas, terkadang di bawah.
Di atas ataupun di bawah, janganlah pernah berhenti. Tetap jalankanlah rodanya. Hingga kita mampu merasakan putaran rodanya, hingga kita mampu merasakan hembusan angin yang menyejukkan.
Teruslah memutar rodanya, hingga kita tak akan merasa terlalu senang ketika di atas, dan tak akan merasa terlalu jatuh ketika di bawah. Somewhere in the middle would be fine, I think.

Serahkan arah jalannya roda pada Sang Maha Pencipta, yang perlu kita lakukan hanya mngayuhnya saja. Jalankan rodanya. Sang Pencipta akan menentukan kemana roda itu berputar.

Tuesday, August 13, 2013

My Happy Ending story will be ^^

Posted by Mei Poe at 10:49 PM 0 comments
Sebagian cerita diawali dengan kisah sakit hati, patah hati. Lalu kemudian tokoh utama akan menjalani berbagai petualangan di keseluruhan cerita, dan pada akhirnya, di sebagian cerita tersebut, akan diakhiri dengan Happy Ending.

Aku meyakini bahwa apa yang aku alami saat ini, sakit hati ini, patah hati ini, adalah awal dari kisahku. Tak peduli berapapun jilid kisah yang aku alami, aku yakin pada akhirnya di tiap kisah, di halaman akhirnya, akan tetap Happy Ending.

Aku meyakini hal itu, dan Allah adalah penulis yang Maha Hebat. Semua naskah yang Ia tulis begitu indah. Begitu indah sehingga Ia memberiku banyak sekali pengalaman luar biasa di kisah hidupku.

Ya, ini adalah sebuah awal dari (entah jilid keberapa) kisahku kali ini. :)
Keep smile, Put. Sang Penulis sedang menyiapkan naskah yang sangat indah untukmu. :*



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tak peduli seberapa lebar tertawaan orang melihatku, mereka berpikir aku berfantasi, yang mereka tak ketahui adalah, apa yang aku lakukan sebenarnya adalah berpositif thinking, dan apa yang mereka lakukan (menertawakanku) adalah sebenarnya "sirik" karena mereka tak mampu berpositif thinking semudah caraku yang ini. ;)

Monday, August 12, 2013

Mimpi indah, atau buruk? I love u anyway

Posted by Mei Poe at 8:36 PM 0 comments
Hati ini sesak. Bukan, bukan hati, tapi dada. Ya, dada ini terasa sesak.
Tapi jika dilihat, hatinya hilang. Seperti berlubang. Tetapi sesak oleh benda-benda asing yang aku sendiri tak yakin apa itu.
Dua bulan ini rasanya seperti mimpi. Mimpi indah yang pada akhirnya menyakitkan.
Lelaki itu datang. Memberiku cahaya penerangan ketika aku merasa duniaku sudah gelap.
Ia membuatku ternganga karena tiba-tiba ia datang seakan memberiku cahaya itu. Bukan hanya menyinari, tapi memberiku cahayanya.
Ia membuatku jatuh cinta padanya, lagi. Memberiku hari-hari yang indah, ketika hari-hariku sebelumnya 'tlah datar tak berwarna.
Ia membuatku menjadi sosok yang slalu ingin berusaha menjadi lebih baik. Aku pun berusaha lebih baik.
Namun mimpi itu menjadi buruk, ketika setelah 1 bulan hubungan kami berjalan. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Entah sebenarnya apa yang salah. Ia tiba-tiba meminta menjauh, meminta hubungan kami berakhir sampai di situ saja. Ia meminta cahayanya kembali, ketika aku sudah benar-benar mencintainya.
Aku bahkan tak peduli dunia membisikkan kata-kata buruk tentangnya, aku tetap mencintainya. Iapun tetap ingin mengambil cahaya itu, dariku.

Aku sadar kebahagiaan dalam cinta itu tak harus memiliki. Ah, so dramatic. But hell yeah, I have to do that. mau dipaksa seperti apapun, ia tetap menginginkan cahayanya kembali.
Aku memberikannya, mengembalikannya.
Dan ya, kini hariku gelap kembali. Cahaya itu menjauh dengan pasti. Hilang ditelan gelap.
Aku masih di sini, berdiri diam, memandang cahaya yang mulai redup itu pergi.
Aku masih di sini, berdiri diam mematung, seakan tak percaya apakah tadi itu benar-benar nyata, ataukah memang mimpi.
Jika memang mimpi, aku tak yakin itu adalah mimpi indah, ataukah mimpi buruk.

Dua bulan yang singkat, namun hatiku 'tlah benar-benar dibawa olehnya. Hilang seluruhnya karena 'tlah dicuri olehnya.
Senyumku entah bagaimana caranya, aku bisa mengeluarkannya meski rasanya hambar.
Aku sendiri tak yakin apakah senyum itu benar-benar keluar, atau hanya ilusi, atau entah bagaimana.

Tapi, terima kasih padanya, ia 'tlah meminjamiku cahaya meski sekejap saja.
Terima kasih padanya, karena pada akhirnya aku memahami, bahwa tiap apa yang aku cintai, tak selamanya indah bagiku.
Terima kasih padanya, karena 'tlah menorehkan luka yang manis. Manis sekali sehingga aku bahkan masih bisa merasakan manisnya hingga kini.

Mas manis, entah seberapa bodoh yang dunia umpatkan padaku, tapi aku (yang entah bagaimana bisa) masih mencintaimu.

---------------------------------------------

Aaaaahh, drama is soooo dramatic. hahaha!!!

Thursday, July 18, 2013

Kaki-kaki ini masih berdiri di sini menunggumu

Posted by Mei Poe at 6:33 PM 0 comments
Seorang sahabat menasehatiku, "perlahan tinggalkan"... Mungkin ya, mungkin tidak.
Aku tak mampu lagi berdiri tegap menunggunya sibuk sendiri tanpaku. Aku tak kuat menahan terpaan dinginnya angin yang menghantamku hingga merobohkanku perlahan dengan rasa sakitnya.
Aku demam, terkena terpaan angin malam ketika menunggunya berhari-hari. Ia hanya datang sesekali untuk say Hi, but that's all, he back to his super duper busy routine.
Aku tau dia sibuk, tapi bahkan dia tidak mengenal diriku. I beg that. Dia mungkin bahkan lebih memahami orang lain daripada aku, yang merupakan pacarnya.
Dia mungkin juga tidak perlu repot-repot penasaran siapa diriku. Bagaimana diriku yang sebenarnya...

Aku merasa kaki-kaki ini bergetar, terasa goyah. Ingin jatuh, tapi aku masih ingin berdiri di sini, menunggunya.
Aku memaksakan kaki-kaki ini untuk berdiri kokoh, tapi aku tau kaki-kaki ini rasanya ingin menjatuhkan badanku.
Tidak! Aku akan terus berdiri, meski aku harus menahan rasa sakit, meski aku harus menangis untuk menahannya, hingga sampai akhirnya aku jatuh tak sadarkan diri, barulah nanti aku akan menyerah.
Aku tidak kuat, aku ingin menyerah, tapi aku harus tetap bertahan. Aku ingin waktulah yang menjatuhkanku, bukan semangatku.


Dear sayang, mungkin sekali waktu aku bisa meledak, tapi ketahuilah, kaki-kakiku masih akan kokoh berdiri di sini untuk menunggumu tetap berada di sisiku.
Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu ketika aku masih mencintaimu seperti ini, aku tidak akan mungkin pergi selama semangat dan keyakinanku ini masih tetap ada.
Aku mungkin juga tidak akan pergi begitu saja pergi meninggalkan ini semua meski kelak semangatku mulai redup.
Selama kaki-kaki ini masih kuat kupaksakan berdiri, aku akan tetap berdiri di sini, menunggumu, sembari berharap hatimu akan luluh untuk membuatmu menolehkan wajahmu ke arahku.

Orang akan menertawakan aku, tapi aku tak peduli, selama kaki-kakiku masih kokoh menyanggaku, aku tak akan peduli apa kata orang. Fokusku pada satu titik akan tetap di situ. Punggungmu ketika kamu berjalan menjauhiku.
Melihatmu berjalan menjauhpun aku masih bisa kokoh berdiri, melihatmu akrab dengan kawan-kawanmu dan kamu tersenyum, aku melihatmu dengan tersenyum dari jauh.
Aku tidak peduli sebagaimana menyakitkannya itu semua, tapi aku masih di sini. Masih berharap kamu akan menoleh padaku.


Aku masih ingin meyakininya. Kamu, masih yang tersayang saat ini.


"I see myself as a crayon, I may not be your favorite color, but I know someday, you will need me to complete your picture."

Sunday, July 14, 2013

Kamu, untuk kedua kalinya menorehkan luka

Posted by Mei Poe at 10:22 PM 0 comments
Inilah saatnya, namamu terukir di buku harianku sebagai kenangan... Dengan hati yang terluka... Untuk kedua kalinya...

Lima tahun yang lalu itu, aku pernah merasakannya, patah hati karenamu. Kini aku merasakannya lagi. Dan mungkin benar-benar inilah saatnya aku menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas... Aku pasrahkan perasaan ini, hati ini.

Patah hati untuk kedua kalinya, pada orang yang sama, rasanya sakit sekali. Karena ternyata meski sudah bertahun-tahun, rasa ini ternyata tidak hilang begitu saja. Dan kini, ketika hati tersakiti, ternyata rasanya tetap sama, sakit sekali, bahkan lebih.


Kamu, kamu hebat pernah bisa menaklukan hatiku. Dan kamu hebat, karena kamu membuatku terluka dalam hanya 2 bulan saja. Dan hebatnya lagi, aku tetap sayang seakan-akan aku tak pernah tersakiti.

Kamu, berbahagialah... Aku menyadari bahwa aku sangat suka senyum manismu itu. Mungkin terlebih aku tetap menginginkan senyum itu hadir karena aku. Ah, mimpi yang terlalu tinggi.

Berbahagialah, aku akan berbahagia untukmu, mas manis. ^^

Thursday, July 11, 2013

Sepiku, demi kamu! Maka buatlah aku tersenyum.

Posted by Mei Poe at 10:56 PM 0 comments
Pagiku sepi, malamku lengang.
Tiba-tiba datang, tiba-tiba hilang.
Kamu seperti hantu, suka tiba-tiba seperti itu.

Aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi, mengubah hidupku, mengubahku menjadi orang yang lebih baik.
Tapi seiring waktu, aku sepi. Apakah ini resiko menjadi orang yang lebih baik?

Aku tau inilah resikonya, aku tau kamu sudah memperingatkan aku. Aku paham keadaanmu, aku paham kesusahanmu. Tapi aku sepi...


"Datanglah Sayang Dan Biarkan Aku Berbaring
Di Pelukanmu,walaupun 'tuk Sejenak
Usaplah Dahiku Dan Kan Kukatakan Semua
Bilaku Lelah Tetaplah Di Sini

Jangan Tinggalkan Aku Sendiri

Bilaku Marah Biarkan Ku Bersandar

Jangan Kau Pergi Untuk Menghindar


Rasakan Resahku Dan Buat Aku Tersenyum
Dengan Canda Tawamu,walaupun Tuk Sekejap
Kar'na Hanya Engkaulah Yang Sangggup Redakan Aku

Kar'na Engkaulah Satu-satunya Untukku
Dan Pastikan Kita Selalu Bersama
Kar'na Dirimulah Yang Sanggup Mengerti Aku
Dalam Susah Maupun Senang


Dapatkah Engkau Selalu Menjagaku
Dan Mampukah Engkau Mempertahankanku ... "


SO7 - Buat Aku Tersenyum


 However, I Love You...
Aku masih percaya pada prinsip batu yang keras sekalipun bisa berlubang jika ditetesi air terus-menerus.
Dan aku masih akan terus memercayai hal itu hingga dayaku habis.
Jika nanti suatu saat dayaku 'tlah habis, aku serahkan semuanya pada Yang Di Atas ...
Bukan so alim, tapi aku yakin semua hal di dunia hadir karena / untuk suatu alasan.
Dan kehadiranmu, mas manis, 'tlah membuatku menjadi sosok yang lebih baik (agaknya, sedikiiitt lebih baik :D )

Harapanku, kehadiranku memiliki arti positif tersendiri untukmu, aku hanya ingin hidupku ini berarti untuk hidup orang lain, terutama kamu, mas manis. ^^

Tuesday, June 18, 2013

Adu argumen dengan pacar itu sakit!

Posted by Mei Poe at 3:50 PM 0 comments
Tak pernah aku memiliki pacar seperti yang satu ini.
Begitu keras hingga tak mau mendengarkan ucapanku.
Mungkin memang dia nggak setuju dengan pendapatku, tapi kan bukan dengan cara nggak hargai aku?
Apa yang aku ucap dianggapnya salah. Padahal aku berbicara bukan atas namaku, tapi atas nama sepahamanku terhadap orang lain yang memandangnya.
Aku hanya menolong dia, tapi dia menganggapku memojokkannya. Aku salah? Salah kalau ingin menolong? Aku sayang dia, makanya aku nolongin dia. Tapi malah aku dibilang mojokinlah, menjudgelah.
Sakit hatiku dibilang seperti itu. Dan dia bahkan nggak peka kalau dia udah nyakitin hatiku. Aku bahkan lebih dari tersinggung.
Sakitnya keterlaluan, baru kali ini seumur-umur punya pacar yang nggak mau sama sekali dengerin aku. Malahan mendebatku dengan kata-kata yang nyolot.
Kenapa dia nggak peka dengan perasaan perempuan?

Bahkan aku yang minta maaf. Aku minta maaf karena aku berusaha nolong dia. Aku minta maaf karena aku cuma pengen diskusi baik-baik sama dia. Aku minta maaf karena aku tersakiti. Hah, lelaki jaman sekarang...

Saturday, June 8, 2013

Will it be really love?

Posted by Mei Poe at 1:49 AM 0 comments
Will it be really love?
Coz I think I'm going to down when he's down.
Coz I think I can understand him more than I can understand other people.
Coz I'm afraid if he gonna leave me.

But don't know why, it feels like it's a hard start.

Wednesday, June 5, 2013

Bosen berkepanjangan (?)

Posted by Mei Poe at 8:49 PM 0 comments
Ngerti apa itu bosen? Bosen itu adalah ketika kita buka internet untuk ngilangin bosen, tapi pas udah nyampe sana, paling yang diubek-ubek cuma FB, Yahoo, kaskus, 9gag, balik lagi ke FB, Yahoo lagi, dst. Akhirnya ngerasa bosen juga!!! >,<

Wednesday, May 29, 2013

Penyesalan itu datangnya di akhir ya??? :(

Posted by Mei Poe at 1:47 AM 0 comments
Kupikir, setelah bertahun-tahun ada target terakhir yang aku punya, dan setelah mendapatkan target itu, yaaa kupikir udah, berakhir. Tapi ternyata, Allah berkehendak lain.
Allah memang Maha Membolak-balikkan hati.
Dan kini aku benar-benar tersuruk disitu.
Aku baru benar-benar memahami itu semua. Adakalanya, rasa itu bisa datang, dan bisa pergi, bisa juga tiba-tiba datang lagi.
Mulai sekarang aku janji, aku akan berusaha menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi. Aku takut Allah nantinya makin murka padaku. Aku takut Allah memusuhiku.
Cukuplah manusia saja yang bisa memusuhiku, tapi aku tidak mau Allah yang memusuhiku.
Aku sadar khilafku terlalu banyak, tapi dengan kejadian ini, aku seperti tersandung, lalu melihat ke belakang. Betapa hinanya aku ini.
Penyesalan memang datang di akhir.
Ah, andai aku bisa melihat masa depan, mungkin aku sebisa mungkin menghindari semua khilafku itu.
Sungguh aku sekarang menyesal. Sangat menyesal.
 

Putrie's Diary Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos