Inilah saatnya, namamu terukir di buku harianku sebagai kenangan... Dengan hati yang terluka... Untuk kedua kalinya...
Lima tahun yang lalu itu, aku pernah merasakannya, patah hati karenamu. Kini aku merasakannya lagi. Dan mungkin benar-benar inilah saatnya aku menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas... Aku pasrahkan perasaan ini, hati ini.
Patah hati untuk kedua kalinya, pada orang yang sama, rasanya sakit sekali. Karena ternyata meski sudah bertahun-tahun, rasa ini ternyata tidak hilang begitu saja. Dan kini, ketika hati tersakiti, ternyata rasanya tetap sama, sakit sekali, bahkan lebih.
Kamu, kamu hebat pernah bisa menaklukan hatiku. Dan kamu hebat, karena kamu membuatku terluka dalam hanya 2 bulan saja. Dan hebatnya lagi, aku tetap sayang seakan-akan aku tak pernah tersakiti.
Kamu, berbahagialah... Aku menyadari bahwa aku sangat suka senyum manismu itu. Mungkin terlebih aku tetap menginginkan senyum itu hadir karena aku. Ah, mimpi yang terlalu tinggi.
Berbahagialah, aku akan berbahagia untukmu, mas manis. ^^
Sunday, July 14, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment