Satu bulan 'tlah berlalu, dan keadaan hati ini masih saja sama.
Tak banyak yang berubah mengenai dirimu.
Aku masih tetap saja munafik pada diri sendiri. Masih tetap berbohong.
Aku selalu mengatakan pada diri sendiri bahwa "aku sudah move on", nyatanya, detail kecil mengenai dirimu masih saja terlintas di benakku.
Aku merasa bodoh, aku merasa terbodohi oleh diriku sendiri.
Di satu sisi, aku benar-benar ingin melupakan dia, ingin kenangan tentang dia hilang sama sekali, ingin tidak memiliki perasaan apa-apa lagi ke dia.
Tapi di satu sisi, sisi yang dikatakan hati terdalam, yang aku tidak pernah mengharapkannya, "aku tidak ingin cinta ini hilang. Aku ingin menyimpannya di hati. Aku ingin suatu saat dia menyadarinya dan aku ingin aku dan dia bisa mencoba memulainya kembali dengan kondisi yang lebih baik lagi."
Bodoh, ya. Aku bodoh sekali mendengarkan keinginan "yang tak kuinginkan" ini.
Kata Galih, hal ini kemungkinan masih terjadi hingga paling tidak 3 bulan.
Well, semoga memang benar. ^^
Thursday, August 29, 2013
Hidup bagai roda berputar
25 Agustus 2013,
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita mampu menikmati tiap detiknya, tiap tarikan nafas kita, tiap hembusan angin, tiap tetes air mata.
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita menikmati tiap tetesan hujan, bukan mendapatkan basahnya saja.
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita belajar menjadi hidup. Bukan mati ketika hidup.
Hidup, bagai roda. Berputar, atas bawah. Manusia, takdirnya tak dapat diterka. Terkadang di atas, terkadang di bawah.
Di atas ataupun di bawah, janganlah pernah berhenti. Tetap jalankanlah rodanya. Hingga kita mampu merasakan putaran rodanya, hingga kita mampu merasakan hembusan angin yang menyejukkan.
Teruslah memutar rodanya, hingga kita tak akan merasa terlalu senang ketika di atas, dan tak akan merasa terlalu jatuh ketika di bawah. Somewhere in the middle would be fine, I think.
Serahkan arah jalannya roda pada Sang Maha Pencipta, yang perlu kita lakukan hanya mngayuhnya saja. Jalankan rodanya. Sang Pencipta akan menentukan kemana roda itu berputar.
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita mampu menikmati tiap detiknya, tiap tarikan nafas kita, tiap hembusan angin, tiap tetes air mata.
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita menikmati tiap tetesan hujan, bukan mendapatkan basahnya saja.
Hidup itu adalah tentang bagaimana kita belajar menjadi hidup. Bukan mati ketika hidup.
Hidup, bagai roda. Berputar, atas bawah. Manusia, takdirnya tak dapat diterka. Terkadang di atas, terkadang di bawah.
Di atas ataupun di bawah, janganlah pernah berhenti. Tetap jalankanlah rodanya. Hingga kita mampu merasakan putaran rodanya, hingga kita mampu merasakan hembusan angin yang menyejukkan.
Teruslah memutar rodanya, hingga kita tak akan merasa terlalu senang ketika di atas, dan tak akan merasa terlalu jatuh ketika di bawah. Somewhere in the middle would be fine, I think.
Serahkan arah jalannya roda pada Sang Maha Pencipta, yang perlu kita lakukan hanya mngayuhnya saja. Jalankan rodanya. Sang Pencipta akan menentukan kemana roda itu berputar.
Tuesday, August 13, 2013
My Happy Ending story will be ^^
Sebagian cerita diawali dengan kisah sakit hati, patah hati. Lalu kemudian tokoh utama akan menjalani berbagai petualangan di keseluruhan cerita, dan pada akhirnya, di sebagian cerita tersebut, akan diakhiri dengan Happy Ending.
Aku meyakini bahwa apa yang aku alami saat ini, sakit hati ini, patah hati ini, adalah awal dari kisahku. Tak peduli berapapun jilid kisah yang aku alami, aku yakin pada akhirnya di tiap kisah, di halaman akhirnya, akan tetap Happy Ending.
Aku meyakini hal itu, dan Allah adalah penulis yang Maha Hebat. Semua naskah yang Ia tulis begitu indah. Begitu indah sehingga Ia memberiku banyak sekali pengalaman luar biasa di kisah hidupku.
Ya, ini adalah sebuah awal dari (entah jilid keberapa) kisahku kali ini. :)
Keep smile, Put. Sang Penulis sedang menyiapkan naskah yang sangat indah untukmu. :*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tak peduli seberapa lebar tertawaan orang melihatku, mereka berpikir aku berfantasi, yang mereka tak ketahui adalah, apa yang aku lakukan sebenarnya adalah berpositif thinking, dan apa yang mereka lakukan (menertawakanku) adalah sebenarnya "sirik" karena mereka tak mampu berpositif thinking semudah caraku yang ini. ;)
Aku meyakini bahwa apa yang aku alami saat ini, sakit hati ini, patah hati ini, adalah awal dari kisahku. Tak peduli berapapun jilid kisah yang aku alami, aku yakin pada akhirnya di tiap kisah, di halaman akhirnya, akan tetap Happy Ending.
Aku meyakini hal itu, dan Allah adalah penulis yang Maha Hebat. Semua naskah yang Ia tulis begitu indah. Begitu indah sehingga Ia memberiku banyak sekali pengalaman luar biasa di kisah hidupku.
Ya, ini adalah sebuah awal dari (entah jilid keberapa) kisahku kali ini. :)
Keep smile, Put. Sang Penulis sedang menyiapkan naskah yang sangat indah untukmu. :*
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tak peduli seberapa lebar tertawaan orang melihatku, mereka berpikir aku berfantasi, yang mereka tak ketahui adalah, apa yang aku lakukan sebenarnya adalah berpositif thinking, dan apa yang mereka lakukan (menertawakanku) adalah sebenarnya "sirik" karena mereka tak mampu berpositif thinking semudah caraku yang ini. ;)
Categories
Curhatan,
Pencerahan
Subscribe to:
Posts (Atom)