Seorang sahabat menasehatiku, "perlahan tinggalkan"... Mungkin ya, mungkin tidak.
Aku tak mampu lagi berdiri tegap menunggunya sibuk sendiri tanpaku. Aku tak kuat menahan terpaan dinginnya angin yang menghantamku hingga merobohkanku perlahan dengan rasa sakitnya.
Aku demam, terkena terpaan angin malam ketika menunggunya berhari-hari. Ia hanya datang sesekali untuk say Hi, but that's all, he back to his super duper busy routine.
Aku tau dia sibuk, tapi bahkan dia tidak mengenal diriku. I beg that. Dia mungkin bahkan lebih memahami orang lain daripada aku, yang merupakan pacarnya.
Dia mungkin juga tidak perlu repot-repot penasaran siapa diriku. Bagaimana diriku yang sebenarnya...
Aku merasa kaki-kaki ini bergetar, terasa goyah. Ingin jatuh, tapi aku masih ingin berdiri di sini, menunggunya.
Aku memaksakan kaki-kaki ini untuk berdiri kokoh, tapi aku tau kaki-kaki ini rasanya ingin menjatuhkan badanku.
Tidak! Aku akan terus berdiri, meski aku harus menahan rasa sakit, meski aku harus menangis untuk menahannya, hingga sampai akhirnya aku jatuh tak sadarkan diri, barulah nanti aku akan menyerah.
Aku tidak kuat, aku ingin menyerah, tapi aku harus tetap bertahan. Aku ingin waktulah yang menjatuhkanku, bukan semangatku.
Dear sayang, mungkin sekali waktu aku bisa meledak, tapi ketahuilah, kaki-kakiku masih akan kokoh berdiri di sini untuk menunggumu tetap berada di sisiku.
Aku tidak akan mungkin meninggalkanmu ketika aku masih mencintaimu seperti ini, aku tidak akan mungkin pergi selama semangat dan keyakinanku ini masih tetap ada.
Aku mungkin juga tidak akan pergi begitu saja pergi meninggalkan ini semua meski kelak semangatku mulai redup.
Selama kaki-kaki ini masih kuat kupaksakan berdiri, aku akan tetap berdiri di sini, menunggumu, sembari berharap hatimu akan luluh untuk membuatmu menolehkan wajahmu ke arahku.
Orang akan menertawakan aku, tapi aku tak peduli, selama kaki-kakiku masih kokoh menyanggaku, aku tak akan peduli apa kata orang. Fokusku pada satu titik akan tetap di situ. Punggungmu ketika kamu berjalan menjauhiku.
Melihatmu berjalan menjauhpun aku masih bisa kokoh berdiri, melihatmu akrab dengan kawan-kawanmu dan kamu tersenyum, aku melihatmu dengan tersenyum dari jauh.
Aku tidak peduli sebagaimana menyakitkannya itu semua, tapi aku masih di sini. Masih berharap kamu akan menoleh padaku.
Aku masih ingin meyakininya. Kamu, masih yang tersayang saat ini.
"I see myself as a crayon, I may not be your favorite color, but I know someday, you will need me to complete your picture."
Thursday, July 18, 2013
Sunday, July 14, 2013
Kamu, untuk kedua kalinya menorehkan luka
Inilah saatnya, namamu terukir di buku harianku sebagai kenangan... Dengan hati yang terluka... Untuk kedua kalinya...
Lima tahun yang lalu itu, aku pernah merasakannya, patah hati karenamu. Kini aku merasakannya lagi. Dan mungkin benar-benar inilah saatnya aku menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas... Aku pasrahkan perasaan ini, hati ini.
Patah hati untuk kedua kalinya, pada orang yang sama, rasanya sakit sekali. Karena ternyata meski sudah bertahun-tahun, rasa ini ternyata tidak hilang begitu saja. Dan kini, ketika hati tersakiti, ternyata rasanya tetap sama, sakit sekali, bahkan lebih.
Kamu, kamu hebat pernah bisa menaklukan hatiku. Dan kamu hebat, karena kamu membuatku terluka dalam hanya 2 bulan saja. Dan hebatnya lagi, aku tetap sayang seakan-akan aku tak pernah tersakiti.
Kamu, berbahagialah... Aku menyadari bahwa aku sangat suka senyum manismu itu. Mungkin terlebih aku tetap menginginkan senyum itu hadir karena aku. Ah, mimpi yang terlalu tinggi.
Berbahagialah, aku akan berbahagia untukmu, mas manis. ^^
Lima tahun yang lalu itu, aku pernah merasakannya, patah hati karenamu. Kini aku merasakannya lagi. Dan mungkin benar-benar inilah saatnya aku menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas... Aku pasrahkan perasaan ini, hati ini.
Patah hati untuk kedua kalinya, pada orang yang sama, rasanya sakit sekali. Karena ternyata meski sudah bertahun-tahun, rasa ini ternyata tidak hilang begitu saja. Dan kini, ketika hati tersakiti, ternyata rasanya tetap sama, sakit sekali, bahkan lebih.
Kamu, kamu hebat pernah bisa menaklukan hatiku. Dan kamu hebat, karena kamu membuatku terluka dalam hanya 2 bulan saja. Dan hebatnya lagi, aku tetap sayang seakan-akan aku tak pernah tersakiti.
Kamu, berbahagialah... Aku menyadari bahwa aku sangat suka senyum manismu itu. Mungkin terlebih aku tetap menginginkan senyum itu hadir karena aku. Ah, mimpi yang terlalu tinggi.
Berbahagialah, aku akan berbahagia untukmu, mas manis. ^^
Categories
Curhatan
Thursday, July 11, 2013
Sepiku, demi kamu! Maka buatlah aku tersenyum.
Pagiku sepi, malamku lengang.
Tiba-tiba datang, tiba-tiba hilang.
Kamu seperti hantu, suka tiba-tiba seperti itu.
Aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi, mengubah hidupku, mengubahku menjadi orang yang lebih baik.
Tapi seiring waktu, aku sepi. Apakah ini resiko menjadi orang yang lebih baik?
Aku tau inilah resikonya, aku tau kamu sudah memperingatkan aku. Aku paham keadaanmu, aku paham kesusahanmu. Tapi aku sepi...
"Datanglah Sayang Dan Biarkan Aku Berbaring
Di Pelukanmu,walaupun 'tuk Sejenak
Usaplah Dahiku Dan Kan Kukatakan Semua
Bilaku Lelah Tetaplah Di Sini
Jangan Tinggalkan Aku Sendiri
Bilaku Marah Biarkan Ku Bersandar
Jangan Kau Pergi Untuk Menghindar
Rasakan Resahku Dan Buat Aku Tersenyum
Dengan Canda Tawamu,walaupun Tuk Sekejap
Kar'na Hanya Engkaulah Yang Sangggup Redakan Aku
Kar'na Engkaulah Satu-satunya Untukku
Dan Pastikan Kita Selalu Bersama
Kar'na Dirimulah Yang Sanggup Mengerti Aku
Dalam Susah Maupun Senang
Dapatkah Engkau Selalu Menjagaku
Dan Mampukah Engkau Mempertahankanku ... "
SO7 - Buat Aku Tersenyum
However, I Love You...
Aku masih percaya pada prinsip batu yang keras sekalipun bisa berlubang jika ditetesi air terus-menerus.
Dan aku masih akan terus memercayai hal itu hingga dayaku habis.
Jika nanti suatu saat dayaku 'tlah habis, aku serahkan semuanya pada Yang Di Atas ...
Bukan so alim, tapi aku yakin semua hal di dunia hadir karena / untuk suatu alasan.
Dan kehadiranmu, mas manis, 'tlah membuatku menjadi sosok yang lebih baik (agaknya, sedikiiitt lebih baik :D )
Harapanku, kehadiranku memiliki arti positif tersendiri untukmu, aku hanya ingin hidupku ini berarti untuk hidup orang lain, terutama kamu, mas manis. ^^
Tiba-tiba datang, tiba-tiba hilang.
Kamu seperti hantu, suka tiba-tiba seperti itu.
Aku bersyukur bisa bertemu denganmu lagi, mengubah hidupku, mengubahku menjadi orang yang lebih baik.
Tapi seiring waktu, aku sepi. Apakah ini resiko menjadi orang yang lebih baik?
Aku tau inilah resikonya, aku tau kamu sudah memperingatkan aku. Aku paham keadaanmu, aku paham kesusahanmu. Tapi aku sepi...
"Datanglah Sayang Dan Biarkan Aku Berbaring
Di Pelukanmu,walaupun 'tuk Sejenak
Usaplah Dahiku Dan Kan Kukatakan Semua
Bilaku Lelah Tetaplah Di Sini
Jangan Tinggalkan Aku Sendiri
Bilaku Marah Biarkan Ku Bersandar
Jangan Kau Pergi Untuk Menghindar
Rasakan Resahku Dan Buat Aku Tersenyum
Dengan Canda Tawamu,walaupun Tuk Sekejap
Kar'na Hanya Engkaulah Yang Sangggup Redakan Aku
Kar'na Engkaulah Satu-satunya Untukku
Dan Pastikan Kita Selalu Bersama
Kar'na Dirimulah Yang Sanggup Mengerti Aku
Dalam Susah Maupun Senang
Dapatkah Engkau Selalu Menjagaku
Dan Mampukah Engkau Mempertahankanku ... "
SO7 - Buat Aku Tersenyum
However, I Love You...
Aku masih percaya pada prinsip batu yang keras sekalipun bisa berlubang jika ditetesi air terus-menerus.
Dan aku masih akan terus memercayai hal itu hingga dayaku habis.
Jika nanti suatu saat dayaku 'tlah habis, aku serahkan semuanya pada Yang Di Atas ...
Bukan so alim, tapi aku yakin semua hal di dunia hadir karena / untuk suatu alasan.
Dan kehadiranmu, mas manis, 'tlah membuatku menjadi sosok yang lebih baik (agaknya, sedikiiitt lebih baik :D )
Harapanku, kehadiranku memiliki arti positif tersendiri untukmu, aku hanya ingin hidupku ini berarti untuk hidup orang lain, terutama kamu, mas manis. ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)